| Subcribe via RSS

Membuat DNS Debian

November 27th, 2008 | 2 Comments | Posted in Jaringan


DNS SERVER

(DOMAIN NAME SYSTEM)

Fungsi:

  1. Merubah Hostname menjadi IP dan IP menjadi Hostname

Langkah Membuat DNS

  1. Setting IP DNS Server

    #vim /etc/network/interfaces
    iface eth0 inet static

address 192.168.2.44

netmask 255.255.255.128

broadcast 192.168.2.63

network 192.168.2.0

gateway 192.168.2.1

esc:wq

#/etc/init.d/networking restart

  1. Install bind9

    #apt-get install bind9

  2. Melakukan Konfigurasi

Membuat Zone
#vim /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.

//

// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the

// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize

// this configuration file.

//

// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local

include “/etc/bind/named.conf.options”;

// prime the server with knowledge of the root servers

zone “.” {

type hint;

file “/etc/bind/db.root”;

};

// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for

// broadcast zones as per RFC 1912

zone “localhost” {

type master;

file “/etc/bind/db.local”;

};

zone “127.in-addr.arpa” {

type master;

file “/etc/bind/db.127″;

};

zone “0.in-addr.arpa” {

type master;

file “/etc/bind/db.0″;

};

zone “255.in-addr.arpa” {

type master;

file “/etc/bind/db.255″;

};

zone “stm.com” {

type master;

file “/etc/bind/db.stm”;

};

zone “2.168.192.in-addr.arpa” {

type master;

file “/etc/bind/rev.stm”;

};

// zone “com” { type delegation-only; };

// zone “net” { type delegation-only; };

// From the release notes:

// Because many of our users are uncomfortable receiving undelegated answers

// from root or top level domains, other than a few for whom that behaviour

// has been trusted and expected for quite some length of time, we have now

// introduced the “root-delegations-only” feature which applies delegation-only

// logic to all top level domains, and to the root domain. An exception list

// should be specified, including “MUSEUM” and “DE”, and any other top level

// domains from whom undelegated responses are expected and trusted.

// root-delegation-only exclude { “DE”; “MUSEUM”; };

include “/etc/bind/named.conf.local”;

Mengisi zone stm.com

#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.stm

#vim /etc/bind/db.stm;

; BIND data file for local loopback interface

;

$TTL 60480

@ IN SOA stm.com. root.stm.com. (

1 ; Serial

604800 ; Refresh

86400 ; Retry

2419200 ; Expire

604800 ) ; Negative Cache TTL

;

@ IN NS stm.com.

@ IN A 192.168.2.44

esc:wq

Mengisi zone rev.stm

#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/rev.stm

#vim /etc/bind/rev.stm

;

; BIND reverse data file for local loopback interface

;

$TTL 604800

@ IN SOA stm.com. root.stm.com. (

1 ; Serial

604800 ; Refresh

86400 ; Retry

2419200 ; Expire

604800 ) ; Negative Cache TTL

;

@ IN NS stm.com.

44 IN PTR stm.com.

esc:wq

 

  1. Restart bind9

    #/etc/init.d/bind9 restart

     

  2. Mengubah DNS Client

#vim /etc/resolv.conf

search stm.com

nameserver localhost

nameserver 192.168.2.44

esc:wq

  1. Menguji DNS

#nslookup
> localhost

Server: 192.168.2.44

Address: 192.168.2.44#53

Name: localhost

Address: 127.0.0.1

> 127.0.0.1

Server: 192.168.2.44

Address: 192.168.2.44#53

1.0.0.127.in-addr.arpa name = localhost.

> stm.com

Server: 192.168.2.44

Address: 192.168.2.44#53

Name: stm.com

Address: 192.168.2.44

> 192.168.2.44

Server: 192.168.2.44

Address: 192.168.2.44#53

44.2.168.192.in-addr.arpa name = stm.com.

Reset Password Root Linux Bandel

November 19th, 2008 | 2 Comments | Posted in Tips n Tricks

Reset Password Root Linux Bandel !Lupa atau hilang password? Sesuatu yang menjengkelkan bukan… apalagi klo yang ilang tadi itu password root dari server kita. Solusinya ? tentu saja reset password !
Pada dasarnya tidak mungkin melakukan reset password, kecuali kita punya akses langsung ke fisik dari si mesin. (ga bisa secara remote). Eh bisa sih… cuman hrs menggunakan exploit atau rootkit atau apapun itu.. tp itu juga tidak secara langsung, butuh effort yang besar dan syarat perlunya adalah sistem operasi atau aplikasi yang berjalan mengandung bug yang memungkinkan akses ke shell.
Metode umum yang bisa digunakan a.l :
1. Menggunakan sudo
2. Masuk ke mode single user
3. Masuk menggunakan media bootable yang sejenis.

Edisi Linux Bandel (Debian Style, termasuk *buntu-2an)

Untuk cara yang pertama tentunya mensyaratkan program sudo terinstal di sistem (Ubuntu secara default tidak mengaktifkan account root, semua harus dilakukan via sudo) dan sebuah account user yang masuk ke sudoers
1. install program sudo
2. tambahkan di /etc/sudoers
nama_user ALL=(ALL) ALL
3. untuk bertindak dengan privileges root gunakan perintah sudo. Login sebagai user yg masuk sudoers dan lakukan :
nama_user@localhost~>sudo su -
Password: masukkan password user
#whoami
root
#passwd

Tapi untuk bisa menggunakan cara ini tentu saja tetap harus ingat password user yang masuk sudoers tadi itu.. klo tidak ya… gimana… terpaksa harus menggunakan cara selanjutnya.

Cara yang kedua adalah standar, masuk ke single user atau runlevel 1. Caranya adalah dengan menambahkan parameter pada option kernel pada bootloader.

a. LILO
Pada saat akan masuk ke lilo, tekan tombol SHIFT sehingga muncul prompt-nya LILO
lilo :
Ketikkan nama kernel diikuti “single” atau “1″
lilo : linux 1
Maka kita akan masuk ke runlevel 1 dan bisa merubah password root dari situ
sh#/usr/bin/passwd
b. GRUB
Setelah masuk ke menu GRUB ketikkan ESC utk melihat detail menunya. Kemudian pilih salah satu kernel dengan menggunakan tombol panah lalu sorot dan tekan ‘e’ (edit)
Pada bagian kernel tambahkan di bagian terakhir option “single dan “1″. Setelah itu ketik ‘b’ (boot) untuk booting ke kernel dengan option-option yang telah dispesifikkan.
Maka kita akan masuk ke mode single user. Lakukan perubahan password dari situ.

Tapiiiii…………. tunggu dulu…
Linux yang menganut pakem Debian style tidak akan semudah itu membiarkan kita masuk ke single user, karena untuk masuk ke single user pun kita ditanyakan password root (buset dah…. )
Untuk itu yg harus dilakukan adalah bukan mengetikkan “single” atau “1″ namun “init=/path/to/shell” misal “init=/bin/bash” agar kita langsung lompat masuk ke shell tanpa ditanyakan password.
Setelah masuk ke shell bukan berarti kita langsung bisa merubah password. Merubah password sebenarnya adalah merubah file /etc/shadow. Hal itu sementara tidak bisa langsung dilakukan karena pertama kali boot filesystem kita termount dengan akses ro (readonly) saja.
Untuk itu kita harus me-remount filesystem kita (terutama / ) dengan option rw (read write) agar kita mempunyai hak write ke /etc/shadow

Setelah masuk ke shell lakukan :

#mount / -o remount, rw
#mount /usr -o remount, rw
#passwd
New UNIX password:*******
Retype new UNIX password: *******
passwd: password updated successfully
#mount / -o remount, ro
#mount /usr -o remount, ro
#sync
#reboot

*sync digunakan untuk mem-flush buffer dari filesystem sebelum direboot.

Cara yang ketiga adalah last resort, cara kasar dan terakhir jika cara yang lain tidak bisa digunakan.
Cara ke 3 intinya gini,
1. Boot menggunakan media bootable (disket, CD, DVD, USB flashdisk dsb) yang sudah ada sistem linuxnya (paling gampang pake Live CD linux, Knoppix misalnya)
2. Mount harddisk yg isinya sistem Linux yang lupa passwordnya (terutama partisi yg mengandung /etc)
misal /etc ada di /dev/hda :
$mount /dev/hda /mnt/terserah
$vi /mnt/terserah/etc/shadow
kosongkan passwordnya user yang passwordnya ilang
misal root
kosongkan kolom setelah root dan tanda “:”
root:(kosongkan ini)

Setting wlan pada debian 4

November 12th, 2008 | No Comments | Posted in Bebas

DLINK DWL G630 with Debian 4.0 Etch & BackTrack 2.0

Hari ini aq beli WLan Card PCMIA buat si lappie, yaitu DLINK DWL G630 Rev.C2, WLan Card ini menggunakan chipset Atheros
AR5005G. Aq coba dengan menggunakan Backtrack 2.0, hasilnya sangat memuaskan. Berikut hasil dari perintah lspci :

# lspci

03:00.0 Ethernet controller: Atheros Communications, Inc. AR5005G 802.11abg NIC (rev 01)

WLan Card terdeteksi dengan baik. Tetapi untuk Debian, WLan Card ini lom terdeteksi dengan baik. Karena lom terinstall madwifi. Untuk mengatasina, aq perlu install madwifi ke Debian aq. Carana :

1. Edit terlebih dahulu file /etc/apt/sources.list, tambahkan alamat repository untuk binary dan source package (seandaina lom ada) :

# vi /etc/apt/sources.list

deb ftp://ftp.au.debian.org/debian stable main contrib non-free
deb-src ftp://ftp.au.debian.org/debian stable main contrib non-free

2. Jalankan aptitude update untuk mengupdate list package dari repository baru kita :

# apt-get update

3. install paket madwifi-source dan madwifi-tools :

# apt-get install madwifi-source
# apt-get install madwifi-tools

4. Jalankan modules-assistant untuk mengkonfigurasi module madwifi :

# m-a prepare
# m-a a-i madwifi

5. Akan tampil menu seperti ini :

Pilihlah SELECT untuk memilih module yang akan dikonfigurasi, lalu pilihlah module madwifi dengan menekan tombol spasi seperti ini :

Pilih Ok, lalu akan muncul menu lalu pilih BUILD, seperti ini :

Setelah module di build, pilih INSTALL untuk menginstal module kedalam kernel :

Tunggu sebentar sampai selesai, lalu pilih BACK dan keluar dari menu.

6. Setelah itu kita akan mengetes apakah module sudah terinstal dengan baik dengan perintah :

# modprobe ath_pci

Bila tidak ada error, kita bisa liat pada file syslog atau dmesg hasilnya :

ath_hal: 0.9.16.16 (AR5210, AR5211, AR5212, RF5111, RF5112, RF2413, RF5413)
wlan: 0.8.4.2 (svn 1451)
ath_rate_sample: 1.2 (svn 1451)
ath_pci: 0.9.4.5 (svn 1451)
ACPI: PCI Interrupt 0000:02:02.0[A] -> Link [LNKC] -> GSI 10 (level, low) -> IRQ 10
wifi0: 11b rates: 1Mbps 2Mbps 5.5Mbps 11Mbps
wifi0: 11g rates: 1Mbps 2Mbps 5.5Mbps 11Mbps 6Mbps 9Mbps 12Mbps 18Mbps 24Mbps 36Mbps 48Mbps 54Mbps
wifi0: H/W encryption support: WEP AES AES_CCM TKIP
wifi0: mac 5.6 phy 4.1 radio 1.7
wifi0: Use hw queue 1 for WME_AC_BE traffic
wifi0: Use hw queue 0 for WME_AC_BK traffic
wifi0: Use hw queue 2 for WME_AC_VI traffic
wifi0: Use hw queue 3 for WME_AC_VO traffic
wifi0: Use hw queue 8 for CAB traffic
wifi0: Use hw queue 9 for beacons
wifi0: Atheros 5212: mem=0xd0000000, irq=10

7. Kita tambahkan module agar bisa dijalankan via hotplug dengan perintah :

# echo ath_pci >> /etc/modules

Taraaaaaaaaaaaa…. sekarang si WLan Card sudah bisa digunakan di Debian :) :) . Coba ketikan perintah iwconfig untuk melihat interface baru :

# iwconfig

wifi0 no wireless extensions.

ath0 unassociated ESSID:off/any
Mode:Managed Channel=0 Access Point: Not-Associated
Bit Rate:0 kb/s Tx-Power=20 dBm Sensitivity=8/0
Retry limit:7 RTS thr:off Fragment thr:off
Encryption key:off
Power Management:off
Link Quality:0 Signal level:0 Noise level:0
Rx invalid nwid:0 Rx invalid crypt:0 Rx invalid frag:0
Tx excessive retries:0 Invalid misc:0 Missed beacon:0

read write ntfs debian etch

November 12th, 2008 | No Comments | Posted in Bebas

baru tau. ternyata ntfs-3g udah dibuang dari repo etch. skrg diganti dengan yang namanya ntfsprogs. ntfsprogs adalah suite yang terdiri dari beberapa program yang berhubungan dengan baca-tulis ntfs. ntfsprogs terdiri dari antara lain: mkntfs, ntfsinfo, ntfsmount dll.
untuk dapat menggunakan baca-tulis ntfs. installah paket2 berikut:
root@air:~# apt-get install ntfsprogs libfuse2 libfuse-dev fuse-utils

sebenernya FUSE nya itu sendiri harus donlot sendiri di http://fuse.sourceforge.net/ tapi kebanyakan linux dengan kernel 2.6.14 keatas sudah memasukkan fuse sebagai module. untuk memeriksa apakah kernel anda sudah memiliki module fuse

root@air:~# modprobe -l | grep fuse
/lib/modules/2.6.24-etchnhalf.1-686/kernel/fs/fuse/fuse.ko

selanjutnya ketika anda ingin memount partisi ntfs akan keluar peringatan seperti ini
root@air:~# ntfsmount /dev/hda5 /home/user/mnt -o rw
fusermount: failed to open /dev/fuse: No such file or directory
fuse_mount failed.

ini karena module fuse di kernel belum di load. load module dengan perintah “modprobe fuse” agar tiap kali reboot module ini selalu di load maka tambahkan module “fuse” di file /etc/modules
root@air:~# cat /etc/modules
# /etc/modules: kernel modules to load at boot time.
#
# This file contains the names of kernel modules that should be loaded
# at boot time, one per line. Lines beginning with “#” are ignored.
loop
fuse

pastikan module fuse sudah di load.
kholis@air:~$ lsmod | grep fuse
fuse 45332 6

untuk automount saat booting, di /etc/fstab dapat ditambah dengan
/dev/hda5 /mnt/winxp ntfs-fuse rw,user,auto,umask=000 0 0

Tambah Font pada Linux Debian

November 12th, 2008 | No Comments | Posted in Tips n Tricks

Sering kali kita mendapati hasil instalasi linux kita kurang nyaman karena beberapa keterbatasan nya “dibanding” Windows. Salah satunya adalah jenis font yang sangat terbatas, sehingga beberapa dokumen kita tidak sesuai dengan harapan pada tampilannya. Sebenarnya instalasi font di linux sangatlah mudah, anda tinggal meng-copy-kan file .ttf ke folder /usr/share/fonts/truetype/

Mungkin pada beberapa vendor linux terdapat perbedaan, namun instalasi font di atas telah kami coba di Distro Ubuntu dan OpenSUSE. Website yang menyediakan jenis-jenis font yang gratis banyak di Internet, salah satu favorit kami adalah: Sofonte.com.br